Tampilkan postingan dengan label keluarga merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga merah. Tampilkan semua postingan

Aku dan Si Tua



Yang tersisa...
Tinggal aku
Disini teronggok
Tapi masih berdiri
Menanti ada yang datang lagi
Mengajakku main lagi

Yang tertinggal...
Hanya sebuah pojok busuk berdebu
Aku tergolek terlupakan
Menunggu ada yang main
Mengajakku pergi ke pantai
Merindu-rindu jingga temaram

Yang ada...
Hanya aku dan si tua
Yang terus akan disini
Menunggu... menunggu... menunggu
Bahkan kalaupun tak ada lagi yang bisa ditunggu
Menanti dengan segudang kenangan
Dan serpih-serpih senyum yang tersisa

Suatu saat
Saat kau tengok pojok berdebu
Ingat aku dan si tua yang usang ini
Menunggu diam-diam
Untuk main lagi di pantai

Merah untuk Masa Depan

Mentari belum benar-benar terjaga pagi itu
Jiwa-jiwa merah yang menyelinap keluar dari kelambu
Siap menantang kota hari itu
Membuat Jakarta merah, penuh dengan peluh

Merah.
Makna semangat dan keberanian
Hari ini kami yang muda berkumpul
Bersatu dengan harapan dan mimpi yang sama
Meneriakan satu semboyan yang sama : untuk masa depan

Kami menghadang debu jalanan dan asap hitam kuda-kuda baja
Melawan suara erangan kendaraan dengan teriakan kami
Menantang panasnya mentari yang mencoba melelehkan semangat kami
Tapi sejengkalpun tidak kami mundur

Hari ini dari puncak Jakarta, kami diuji
Menatap kilau emasnya sambil berbaring di tanah
Di tanah yang akan kubela sampai tetes terakhir
Kami merah dan merah itu jiwa kami

Sebelum matahari benar-benar berada di puncaknya
Kami telah melukis kisah
Dengan segala yang kami miliki hari itu
Walau hanya dibuai mimpi dan peluh

Kami hanya butuh pikiran untuk tetap kritis
Sebuah hati untuk tetap dapat menilai
Sebuah mulut untuk tetap dapat menggunggat
Dan sebuah keyakinan untuk tetap maju

Pasukan merah, hari ini Jakarta merah!
Kata mereka, Darah itu Merah Jendral!
Tapi kami bilang, Merah itu Kami!
Yang akan terus maju membela, menjaga, menerjang
Walaupun tidak hidup seribu tahun lagi.

U..untukmu

Tuesday, May 26, 2009


Hai Riang,
temanku...
Kenapa aku tak lagi lihat senyummu?
Kucari ia di teduhnya sore, namun yang ada hanya kelambu
Kucari senandungnya berbaur dengan detak lagu memburu
Namun yang kudengar hanya tangis dari tawa senyum palsu

Untuk Riang,saudaraku...
Kau tahu? Gemintang di tengah kota redup karena pilumu
Diam kini seperti sebuah bekel yang membatu
Sayang, ada apa dengan kamu..

Semalam dalam mimpiku..
Aku lihat kau tersungkur pilu..
Entah apa yang membebanimu... Aku ingin tahu... Ingin berbagi membantu...
Sayangnya aku bukan pujangga yang mampu bertanya merdu...

Hanya satu pesanku untukmu...

Biarkan sayapmu membentang luas, seluas langit biru
Biarkan terbang bebas, melukis awan-awan yang kau mau
Peluklah gunung dan sebrangi palung-palung
Mencari dan menemukan wujud asli dalam kalbu

Sayang... Biar kini kamu menangis tersedu
Ingat aku dan yang lain disini menunggu
Seperti janji kita melepasmu tinggi di ladang kupu-kupu...
Sayang... kamu tak pernah sendiri, tidak sedetik pun...

Biar kamu duduk termenung
Biar kamu memakai topeng seribu
Biar kamu merintih dalam senyum
Biar biar biar kamu jatuh...

Sayang, pegang tanganku...
Kutemani kamu...
Sampai kamu kembali mampu bersenandung
Dan gemintang cerah karena senyummu...

Karena aku, mereka, kita... Ada disini untuk kamu....

***
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

ke·lu·ar·ga (n) 1 ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; 2 orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; 3 (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; 4 satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat;


sa·ha·bat (n) kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran;
-- dekat sahabat karib; -- karib sahabat yg sangat erat (baik); teman yg akrab: dia adalah -- karib kakakku; -- kental sahabat karib;
ber·sa·ha·bat v 1 berkawan; berteman: jangan - dng orang jahat; 2 menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat -;
per·sa·ha·bat·an n perihal bersahabat; perhubungan selaku sahabat: - kedua orang itu telah berjalan bertahun-tahun;
mem·per·sa·ha·bat·kan v menjadikan bersabahat; memperhubungkan supaya bersahabat; memperkenalkan (dng)


Tapi aku yakin... kamu dapat mendefinisikan lebih dari ini....