Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

The Brainy and The Ninny

I’m a fragile
Drowning in quandary
Oscillating in my instability
Grown up in the dream of aptitude

Then you sneaked into the glass
Seeing if a notion there
Checking anomaly
Looking for eccentricity

I’m not surprise if you see nothing
I’m just an ordinary. The perfect mediocre.
Perish in my own query, in my way of pursuit
Get lost in peculiarity, because i’m not done asking my own conviction
Idiosyncrasy of adolescence, you wont be that interested.

But I sit there, looking into the glistening eyes
Wondering if there is another else behind the rigidity
But than after a while, i know the answer is no
Simplicity of an N and an O

I got home and overlook the memories.
But then a popped up windows dash out again and again
Showing your face, sound off your voice and laugh
I’m wondering if there is a something wrong
I know the answer is Yes
Simplicity of a Y and an E and an S

But you’re not seeking for juvenile, i guessed
You wont extracted by sheepishness, i bet
You wont have time for my nonsense rag
We’re just not concordant in a way or another
The Brainy and The Ninny
The world would laugh of me

I need to scuttle of these all
Say something or just buzz off

These vacuity is torturing
Indifference is killing me
And you just did
Yes, you did.
Simplicity of a D and an I and another D.

Hujan Berbagi Cerita

Hujan mengamuk sore ini

Menebar sejuk yang terlampau malas di luar

Menggantung bau tanah yang sedang mandi

Membentuk motif-motif indah di jendelaku

Seperti tubuh-tubuh kumbang kecil yang transparan

Mungkin Tuhan sedang menangis

Mungkin Tuhan sedang depresi

Air mataNya mengamuk menjadi-jadi di luar sana

Mungkin Tuhan sedang kecewa

Kenapa Tuhan sedih?

Ya... Kau pasti taulah sebabnya kalau kau lihat keluar jendela dunia sana


Hujan...hujan... langit jangan marah

Hujan... Langit jangan sedih

Aku jadi sedih di balik tirai sini

Bisik-bisik gemerisik gerimis

Hujan mau berbagi cerita

Tentang hatinya yang terkoyak

Hujan..hujan.. jangan sedih

Aku disini untuk dibagi

Dibagi tangis dan ratapmu



catatan:

Menanti hujan yang mengguyur liburan :(

Arti?

Pertanyaan.

Kini tak ada lagi yang lebih menyesakkan dada selain berbagai tanda tanya
Membentuk polemik jiwa yang tak tentu sehingga bahkan aku pun tak dapat memahaminya
Berlalu dan berlalu
Apa rasanya tak dapat bertanya?
Apakah dapat lebih gelap dan lebih sunyi dari mendung hari ini?
Entah apa memenuhi tanda tanya?
Apa kah biru, merah atau jingga mengisinya?
Warna ataukah kabut tak tampak?
Atau materi lain yang tak ada di wajah bumi?
Mungkin saja hanya sang manusia yang memilikinya
Tanda tanya di kepala?

Lalu apa arti tanda?
Arti tanya?
Arti semua kata ini?

Meracau Saja


Friday, July 17, 2009

Berdentum, bergoyang, melentur

Hanya pahit kurasa dibibir
Lampu kedap kedip warna warni
Jantungku melonjak-lonjak di dada sini
Semua orang sepertinya bergerak berbeda arah
Atau memang lantainya yang gempa tanpa akhir

Hilang dalam ilusi rasa
Senang rasanya melayang setengah sadar
Lupa bahwa bumi punya gravitasi
Hanya menari mengikuti dentuman yang bertalu-talu
Lalu meracau tak jelas sedikit-sedikit tertawa
Ah, siapa pula pencipta air ajaib itu?
Air pembawa ilusi rasa untuk membubung tinggi dan lepas dari bui bumi
Walau hanya sejenak saja

Pernah Kau Tanya Bulan?

Friday, July 17, 2009


Purnamaku hanya satu
Termenung di pantai karang
Kata kawanku, “Ah.. apa salah bulan dan angin berhembus? Sehingga kalian para punjangga tak putus ngomongin mereka”
Purnamaku tersenyum, sendiri
Si cantik yang tak pernah bilang kesepian
Tapi penyair sok tahu mengklaim ia kesepian seorang diri disana.
Pernahkah kau tanya bulan? Apakah ia benar-benar merasa sepi? Atau kah kesepian yang memang dicarinya?
Aku tak ingin jadi penyair sok tahu
Jadi kubilang saja, Bulan gemar sendiri kalau ia tak suka sendiri, pastilah ia akan merangkak turun, menyapaku yang juga sedang sendiri di pantai karang ini.

Kotaku

Monday, July 6, 2009

Debu dan segala partikel di udara pagi ini berterbangan
Bus-bus itu tak berhenti kentut-kentut asap hitam sembari lari-lari mengejar waktu
Semut-semut naik turun, satu disini, satu disana, terlempar-lempar dalam bus yang berjalan seenak perutnya.
Ah.. kotaku.. indahnya metropolitan, bahkan megapolitan katanya

Aku pun juga, berpegangan kuat pada palang dan terlempar kanan-kiri sembari para semut naik-turun
Bunyi kocokan receh di depan wajahku, kini tak lagi asing
Bunyi ketukan keras besi dan koin tak lagi membuatku tersentak kaget
Kini bus-bus berkentut itu menjadi bagian dari pagiku

Sebuah jalan di kotaku, dengan seorang jedral berjaga didepannya, siang dan malam memberi hormat
Memiliki entah berapa gedung berisi semut-semut yang jumlahnya entah berapa
Malas pula aku menghitungnya, yang kiraku pasti ribuan
Mereka datang dari mana-mana saja sekitar kota
Mencari satu-dua suap nasi
Dari bos-bos botak berkepala licin yang tanda tangannya bernilai milyaran
Sampai joki jalanan yang satu tubuhnya bernilai sepuluh-dua puluh ribu rupiah saja

Ah kotaku...
Aku menyesal tak pernah mencoba mengenalmu sebelumnya
Semoga dengan membelahmu setiap pagi dengan besi-besi bobrok itu
Dapat kukenal dirimu lebih jauh
Keindahanmu yang tertutup asap-asap kentut dan debu-debu

Purnama Biru

Friday, July 3, 2009

Taken from Facebook Notes Ivy Londa : Thursday, April 9, 2009 at 7:54pm

Malam ini
Setelah ramainya kota pagi ini
Orang-orang berkelingking biru berlalu lalang
Sementara aku?
Aku bagian dari sebagian orang yang duduk manis di kamar
Di depan layar menyala-nyala
Berdiskusi serius dengan orang-orang maya dan huruf-huruf kecil yang berkejaran
Bunyi tak-tik-tak-tik berkejaran di sunyinya kamar
Bunyi desing kepala yang berpikir tajam menganalisa
Mengkritik mencela pesimis menduga
Tentang orang-orang yang kami sebut bodoh
Masuk ke dalam bilik kecil dengan kertas seluas 1 meter yang membabat hutan
Mereka menentukan nasib bangsa

Tapi..
Bagaimana dengan aku?

Aku terlibat dalam perdebatan asik
Kritisisasi tajam kakak-kakakku yang tak lagi percaya bahwa Garuda kayu di ruang megah itu masih punya sumpah sakral
Bangku-bangku itu telah dijual!
Bangsa ini dijual hidup-hidup kepada bangsanya sendiri..
Persetan melihat sirkus kampaye saling tuding si merah dan si biru
Persetan dengan si peci dan si kerudung yang manis bertengger di jalanan
Persetan.. tapi aku hanya duduk disini. di pan layar yang menyala riang...

Tau kah kamu?
Hari ini purnama bundar
Indah.. seindah negri ini...
Seandainya Garuda kayu megah itu mendapatkan kembali kesaktiannya
Seandainya kursi-kursi itu diduduki hati-hati tulus penuh abdi
Seandainya.. aku tidak hanya duduk disini
Seandainya.. purnama bisa berkata lantang..

Jangan biarkan bilik-bilik dan kertas seluas 1 meter itu menentukan masa depan kita...
Biar parlemen kita dijual
sekalipun Garuda itu kini sakit tak lagi sakti
Biar aku tetap disini.. melakukan sesuatu untuk bangsa..
apa saja..
sekalipun hanya menulis kata-kata
yang hanya bermakna untukku seorang..

Penghianat Untuk Si Putih dan Si Belang

Friday, July 3, 2009

Kelinciku meloncat-loncat riang
Kesana kemari-kemari di ladang
Kuberi ia sebatang wortel jingga warnanya
Terbelalak ia mati tersedak

Kelinci manis sangat lucu
Putih bersih atau belang-belang
Matanya bulat merah bersemu
Hidungnya merengut-rengut bingung

Kupilih satu dan kubelai-belai
Kuusap kuping panjangnya
Kupanggil manis.. manis.. ayo main
Kelinciku tersenyum telah lama menanti

Ia pikir kebebasan yang menantinya
Ia pikir seorang kawan untuk bermain
Ia pikir lengan hangat untuk bergelung
Ia pikir ladang rumput untuk berloncatan

Sekali lagi...
Kuusap kuping panjangnya
Kupanggil manis.. manis.. ayo sini
Kelinciku tersenyum segera menghampiri

Namun...
Makhluk apakah kita manusia?
Keji....
Makhluk apakah yang terkeji?

Bukan kebebasan tapi eksekusi
Bukan kawan tapi tukang jagal
Bukan lengan hangat tapi bara arang
Bukan ladang rumput tapi piring makan

Oh malang sungguh malang
Nasib kelinciku kelinci lucu
Mengira diajak main bermain
Nyatanya mati dimatikan

Sungguh penghianatan paling keji
Dilakukan mahkluk bernama manusia
Makhluk munafik berwajah seribu
Bertopeng kawan nyatanya lawan

Berakhir sudah hidup kelinciku
Ditusuk sate kedai Mang Cici
Berselimut saus kacang dan bawang merah
Ditemani lontong dan acar

Berakhir sudah si putih dan si belang
Tidur selamanya dalam tenang
Dalam perutku yang kenyang
Oh... sungguh malang...

Musikku dan Musikmu

Sunday, June 28, 2009


deg...deg...deg..
bunyi ritmis indah
musik tubuh yang paling merdu

untukmu
entah berapa degup berlalu
tanpa pernah kau sadari

untukku
degup itu berharga
satu saja
setiap kali berdegup
aku bersyukur

dalam tiap hela
tiap darah yang bergelegak
aku lega

deg...deg...deg...
musikmu allergo


deg...










deg....










deg...








musikku adagio.. bahkan kadang targissimo :)

memang tak sekuat kamu
tapi harus berdetak sama kencang
memang tak secepat kamu
tapi tak pernah menyerah berhenti

bagiku..
musik itu tetap indah
dalam tempo terlambat sekalipun

karena bagiku..
berdetak saja
sudah cukup.

Khatam

Sunday, September 21, 2008

Jika aku bisa membuka mata lagi, aku akan berlari, mencari arti kehidupan sampai di tempat terbenam.
Jika aku masih dapat berlari, kan kutanya misteri takdir, kepada sutradara kehidupan paling handal di jagat ini.
Jika sekali lagi dapat ku berlari, kuingin bawa jauh segala tangis dan luka ini. Kubuang di negeri jauh, tempat pelangi berakhir.

Kuingin untuk mengakiri segala permainan ini.
Membawa hasil kalah atau menang pun ku tak peduli lagi.
Yang kuingini hanya selesai. Menamatkan lingkar-lingkar takdir.

Bawa aku terbang bu...
Dan tak kembali lagi

Tak Sempurna

Monday, March 10, 2008

Dan semalam lagi duduk bersama bintang yang pudar
Memandangi layar putih kosong
Memandangi tombol-tombol yang gatal
Semalam lagi terperangkap di pelu lidah

Bertumpuk buku ini-itu di kanan-kiri
Memenuhi ranjang yang istirahat dengan tenang
Hanya aku yang kelimpungan
Membalik badan kanan dan kiri... Depan dan Belakang

Liat berbentuk hati yang kuremas tak menentu
Kemanakah hati yang hancur itu bersembunyi
Dan beribu tanya dan harap
Yang mengalir dalam peluh malam ini
Kemanakah dia, si hati ?

Dan alunan nada membelai telinga
Melantunkan lirik-lirik lagu yang mengelus hati
'Maafkan bilaku tak sempurna... cinta ini tak mungkin kucegah...'

Dan bintang kembali ikut bersenandung
Menemaniku sampai pudar tertutup mendungnya malam
Aku? Bagaimana denganku??

Mengabiskan malam yang gelap ini sendiri
Sambil mencari si hati yang hilang
Sambil mengerti air mata yang membasuh luka
Aku memang tak sempurna

Irama

Monday, February 25, 2008

Masih gerimis yang mengetuk atap
Menepukkan irama
tap-tap-tap
Seirama lembut hatiku yang berdetak perlahan

Masih kilat yang mewarnai malam
Sesaat terang dan lalu pergi
Meninggalkan pedih dimata
Yang tak berhenti mengalirkan sungai di pipi itu

Irama satu-dua dan tiga
Mengikuti getaran jiwa yang meratapi nasib
Memandangi bumi yang meleleh
Menangisi generasi yang kian layu

tap-tap-tap
alunan klasik yang menyayat
tergantikan palu yang memekakkan telinga
silau gemerlap malam dan bising

Sembunyi dimana sunyi kini
Sepi yang dapat menikmati musik hati
Mendengarkan detak irama tubuh ini
Dari dalam dada

Ku cari disana
Dan bising pula yang kujumpa
Ku cari disini
Dan teriakan pula yang kutemu

Pulanglah sunyi...
Agar manusia ini dapat berpikir dalam keheningan
Bercermin pada jernihnya air jiwa
Lihat! Apa yang telah kita perbuat!

Kakak

Monday, June 22, 2009


Ibu, aku minta maaf
Aku tahu kau selalu bilang mengadu dilarang oleh agama
Tapi kali ini aku harus mengadu, Bu.. atau aku akan menyesal selamanya
Hari ini kulihat Kakak melakukan sesuatu
Ia mengambil sesuatu dari kotakmu
Dibakarnya dengan api lalu asap mengebul-ngebul
Ibu selalu bilang perbuatan itu tidak baik bukan?
Tapi hari ini mungkin kakak sedang khilaf
Batang pertamanya, Bu
Mungkin hari ini kakak sedang galau
Mungkin hari ini kakak bingung
Dan seperti yang kau lakukan bila Ibu sedang gundah
Hal itu dilakukannya
Atau mungkin saja kakak merasa telah besar
Merasa berhak menentukan kebebasannya
Atau mungkin Kakak belum mengerti
Bahwa asap dan batangan putih penuh racun itu bukan lambang kebebasan
Nanti kuberi tahu Kakak supaya ia sadar
Tapi kumohon jangan marah padanya, Bu
Ia hanya sedang bimbang
Aku minta maaf karena telah mengadu , Bu
Walau aku tahu ini mungkin menyakitkanmu
Andai saja ada Kakak
Mungkin ia akan bilang , Dik itu tidak baik.
Sayangnya aku hanya punya adik..
Maafkan aku, Bu
Aku janji ini adalah batang terakhir Kakak.

T untuk kata Tanya

Thursday, June 4, 2009


Kata tanya...
Menenun aku dan kamu menjadi satu dalam sunyinya langit mendung
Kamu bertanya seolah ingin tau seberapa besar kepalaku
Kubalas seribu tanya karena kau benar... aku tak tahu...

Buat aku melayang melintas peperangan abad lalu
Terbelalak takjub menyaksikan gambar dalam katamu yang meloncat dalam diam berkedip
Bawa aku mendengar jerit marah para papa yang terjerat
Lalu hening dalam gubuk tua, menemukan Descartes yang merenung sepi

Ajariku tentang dunia
Karena entah apa yang kupahami dari likunya rimba ini
Ajariku dengan aksaramu
Karena aku lelah mencari kalam dan makna kata ini

Ruang ini terlalu sempit, T
Untuk memuat ribuan tanda tanya dalam mataku
Aku mau terbang di jingganya senja untuk menemukan dunia
Temani aku... biar aku tak sendiri dalam kemayaan ini.


JINGGA



U..untukmu

Tuesday, May 26, 2009


Hai Riang,
temanku...
Kenapa aku tak lagi lihat senyummu?
Kucari ia di teduhnya sore, namun yang ada hanya kelambu
Kucari senandungnya berbaur dengan detak lagu memburu
Namun yang kudengar hanya tangis dari tawa senyum palsu

Untuk Riang,saudaraku...
Kau tahu? Gemintang di tengah kota redup karena pilumu
Diam kini seperti sebuah bekel yang membatu
Sayang, ada apa dengan kamu..

Semalam dalam mimpiku..
Aku lihat kau tersungkur pilu..
Entah apa yang membebanimu... Aku ingin tahu... Ingin berbagi membantu...
Sayangnya aku bukan pujangga yang mampu bertanya merdu...

Hanya satu pesanku untukmu...

Biarkan sayapmu membentang luas, seluas langit biru
Biarkan terbang bebas, melukis awan-awan yang kau mau
Peluklah gunung dan sebrangi palung-palung
Mencari dan menemukan wujud asli dalam kalbu

Sayang... Biar kini kamu menangis tersedu
Ingat aku dan yang lain disini menunggu
Seperti janji kita melepasmu tinggi di ladang kupu-kupu...
Sayang... kamu tak pernah sendiri, tidak sedetik pun...

Biar kamu duduk termenung
Biar kamu memakai topeng seribu
Biar kamu merintih dalam senyum
Biar biar biar kamu jatuh...

Sayang, pegang tanganku...
Kutemani kamu...
Sampai kamu kembali mampu bersenandung
Dan gemintang cerah karena senyummu...

Karena aku, mereka, kita... Ada disini untuk kamu....

***
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

ke·lu·ar·ga (n) 1 ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah: seluruh -- nya pindah ke Bandung; 2 orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; batih: ia pindah ke Jakarta bersama -- nya; 3 (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat: ia sering berkunjung ke Jakarta krn banyak -- nya tinggal di sana; 4 satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat;


sa·ha·bat (n) kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran;
-- dekat sahabat karib; -- karib sahabat yg sangat erat (baik); teman yg akrab: dia adalah -- karib kakakku; -- kental sahabat karib;
ber·sa·ha·bat v 1 berkawan; berteman: jangan - dng orang jahat; 2 menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat -;
per·sa·ha·bat·an n perihal bersahabat; perhubungan selaku sahabat: - kedua orang itu telah berjalan bertahun-tahun;
mem·per·sa·ha·bat·kan v menjadikan bersabahat; memperhubungkan supaya bersahabat; memperkenalkan (dng)


Tapi aku yakin... kamu dapat mendefinisikan lebih dari ini....

Seperti duniaku...

Seperti pelangi kalian ada di langitku
Kita lewati mendung, cerah dan hujan bersama
Kalian pelangi terindah yang pernah kumiliki
Terimakasih, besties! Terimakasih telah menjadi sahabat terbaikku

Dear Besties,
Kita gak pernah tau berapa lama lagi waktu kita bisa kaya gini.
Akan tiba saatnya kita berjalan di jalan kita masing-masing
Akan tiba saatnya kita gak bisa lagi ngumpul untuk membuat surprise di hari-hari istimewa kita
Akan tiba saatnya axis gak mampu lagi membantu kita telponan berjam-jam murah
Akan tiba saatnya kita akhirnya sadar, kalau kita harus berjalan ke depan untuk hidup, dengan atau tanpa satu sama lain.
Tapi ingat ya sayang..
Punya sahabat seperti kalian adalah hadiah terindah yang gak akan bisa dimimpikan gadis manapun juga
Dari podium, gw gak peduli berapa ratus pasang mata menatap gw sinis. Tapi cukup tiga pasang mata tersenyum sederhana, itu cukup untuk membuat gw bertahan berdiri tegak.
Punya kalian adalah hal yang terindah... Youre the best i ever had.
I love you, Bestie… aku cinta kalian…
***

Seperti kupu-kupu kamu datang dan pergi di tamanku
Tapi betapa jauhnya aku dan kamu terbang
Pada akhirnya kita akan hinggap di satu bunga yang sama
Dan persabahatan kita tetap manis selamanya
Terima kasih Hani, Telah menjadi sahabat sejatiku.

Dear Hani,
Kita seperti pohon cabe yang tumbuh bersebelahan
Kita berbuah di pohon kita masing, tapi kita berbagi segala unsur hara dan kadang saling menaungi satu sama lain.
Seperti kita berbagi potongan jiwa kita satu sama lain, walau hanya lewat kabel-kabel bersuara.
Tapi akan tiba waktunya cabang-cabang pohon cabai itu akan tumbuh berlainan arah, terlalu jauh untuk saling menyapa dan mencicip buahnya.
Akan tiba waktunya untuk kita semakin sulit mengucapkan sapa. Namun ku harap, aku tidak akan pernah jadi orang asing yang menyapamu renyah di telepon.
Akan tiba saatnya kita melihat belahan dunia yang berbeda.
Tapi ingat ya sayang...
Seberapa jauhnya kita pergi mengembara, mengejar impian kita masing-masing
Ingat kalau akar pohon kita tetap tertanam berdampingan
Ingat kalau aku tetap di samping kamu, walau jauh dahan-dahanku untuk memeluk kamu
Ingat, kalau tumbuh bersama kamu adalah salah satu anugerah paling baik dari Dia.
I love you, Hani... aku sayang kamu!
***


Seperti kilat-kilat di kaki langit, kamu selalu memberikan kejutan di hariku
Bersama kita berbagi dan menjelajah dunia yang asing bagi kita berdua
Tapi kita berdua menerima pemandangan itu seperti dua penjelajah dunia yang ingin tahu segalanya.
Terima kasih Okky, Telah menjadi teman menjelajah warna-warni baru hariku.

Dear Okky,
Setiap penjelajah punya teman! Seperti Napoleon dengan kudanya atau Colombus dengan teropongnya...
Aku dan kamu seperti dua penjelajah amatir yang baru saja menemukan dunia-dunia baru
Dunia yang sungguh asing bagi kita, namun kita jelajah juga karena keingin tahuan kita
Kamu memberikan warna-warna dalam pelangiku, warna yang tak pernah dibawa orang lain dalam hidupku. Karena warna itu hanya warnamu seorang.
Akan tiba saatnya, kita harus berhenti menjelajah dan bermain-main
Akan tiba saatnya, kita akan jauh dan mungkin kembali menjadi orang asing yang kulihat pertama dulu di Gereja remaja
Tapi ingat ya Ki,
Kamu tetap bagian dari langitku
Dan ingatkan aku ya, kalau kita menjelajah terlalu jauh.
I love you, Okky!
***


Seperti padan rumput hijau yang menentramkan, kamu selalu disampingku
Kamu tak pernah ingin tumbuh lebih tinggi dari yang lain, disitulah keindahanmu
Namun kau disana, menentramkan kepalaku yang terbakar
Terima kasih, AA, telah menjadi penenang dan tangan penulis untukku

Dear AA,
Gw gak tau apa yang akan terjadi dalam event-event yang kita kerjakan bersama, kalo gak ada elo disana.
Makasih ya A, udah ada di samping gw untuk menyelsaikan banyak hal bersama.
Makasih ya A, udah mempercayakan sebagian dari kepingan jiwa elo ke gw.
Makasih ya A, mau berdiri di sebelah gw dan menjadi tangan penulis paling top yang pernah ada.
Akan tiba saatnya kita nggak bekerja sama lagi dalam sebuah acara
Akan tiba saatnya kita akan pergi di jalan kita masing-masing
Tapi ingat ya, A..
Jangan pernah sampingkan mimpi-mimpi elo karena keterbasan!
Kita punya langit yang nggak terbatas dan sebesar itulah kita berhak punya mimpidan mewujudkannya.
Ingat, bahwa gw selalu disini A, untuk berbagi mendung dan cerah bersama.
I love you, A
***


Seperti angin yang menyejukkan dan memberikan arah
Kamu selalu ada disana, seperti seorang kakak yang selalu kuimpikan.
Memberiku ruang untuk berpikir dan mengatakan yang kupikirkan
Mengajakku mengasah lebih dalam dan membiarkan aku menemukan jalan untuk tumbuh
Terima kasih MasGal, telah menjadi salah satu kakak paling berarti dalam hidupku.

Dear MasGal,
Makasih ya telah memberikan ruang untuk aku bisa tumbuh dan akhirnya menemukan jalan untuk bisa tumbuh.
Makasih untuk selalu ada untuk diskusi sengit tentang ideologi maupun tentang cinta yang mendayu-dayu.
Makasih untuk mau mengganggap aku dan yang lainnya adik, dan itu adalah hadiah terindah yang pernah masgal kasih.
Seperti yang MasGal bilang, akan tiba saatnya Masgal, Rere dan Doyok nggak disitu lagi dan suatu saat aku harus bisa mengambil keputusan sendiri, berpikir sendiri.
Tapi ingat ya, Mas..
Jangan pernah lupa kalau adik-adikmu di Cimandiri tetap akan selalu mengganggap kalian Mas-nya.
Biarpun aku terus tumbuh dan berubah, Cimandiri dan Pantai akan tetap jadi tanah pijakan yang mengingatkan aku, seandainya aku terbang bebas nanti.
I love you, MasGal. I lop you pull!

***

Seperti fajar yang selalu memberikan hal baru
Kamu selalu menginspirasi aku, mengenalkan ku pada dunia baru.
Dan mendorongku masuk, hingga aku memiliki mereka yang tak pernah berhenti kusyukuri.
Terimakasih Mba Yaya, telah menjadi guru terbaik yang memberikan aku satu dunia baru ke pangkuanku.

Dear Mba Yaya,
Terimakasih karena telah mengenalkan aku pada si bumi biru
Terima kasih karena telah memberikan aku dunia yang di dalamnya aku temukan teman-teman, kakak-kakak dan kepedulian yang menerimaku apa adanya
Terima kasih juga telah menjadi inspirasiku
Setiap kali aku berpikir untuk meninggalkan dunia ’oranye’ ini, aku ingat senyummu dan suaramu menerangkan berbagai hal tentang si bumi biru terngiang di telingaku, seketika aku ingin tetap tingal.
Mengingat aku ber ’oooh’ – ’aaah’ saat mengetahui fakta-fakta mengerikan darimu tentang bumi, sampai lalu aku pun fasih menerangkan hal itu pada teman-temanku.
Akan tiba saatnya aku akan mencari jalanku sendiri, mungkin saja pergi dari dunia hijau damai itu.
Tapi satu akan terus kubawa di kantung ingatanku, senyummu dan dan suaramu saat membuatku jatuh cinta pada si bumi biru yang indah.
I love you, Mba Yaya...
***



Seperti bintang-bintang di langit, indahnya malam tak pernah lengkap tanpamu
Kamu selalu ada untuk tertawa dan berbagi ceria
Karena kamu, Dinda.. hanya ada satu di dunia ini
Terima kasih Dinda, telah menjadi sahabat masa kecil dan teman berbagi riang setiap hari.

Dear Dinda,
Ingat waktu itu Din, waktu kita berbagi masa putih-merah dengan tawa dan musuh-musuhan bodoh.
Ingat waktu itu Din, waktu kita berbagi kepala saat mengerjakan event-event yang kita perjuangkan bersama.
Ingat waktu itu Din, waktu kita berbagi tawa renyah di panasnya bangku pertama di baris kedua dan ketiga, di kelas sembilan-satu.
Ingat waktu itu Din, waktu kita berbagi kegilaan menghadapi sulitnya IPA
Ingat waktu itu Din, waktu kita tumbuh bersama, tanpa banyak kita sadari walau kita terpisah satu sama lain.
Akan tiba saatnya, kita tidak bisa lagi berbagi tawa renyah dan kegilaan di kelas.
Akan tiba saatnya, kita harus mencari mimpi kita sendiri, bertemu dengan bintang-bintang baru di langit hidup kita.
Tapi ingat ya Din,
Kamu tetap bintangku di langit itu, biar ada seribu bintang lain yang kutemukan di hidup nanti.
Kamu tetap menyala berkedip riang dan selalu akan kuingat terangmu, bintang istimewa di hidupku.
I love you, Din...

***


Seperti awan yang bergelung-gelung di langitku
Kamu disampingku tersenyum mengajakku menebak bentuk-bentuk awan di langit biru
Kalau aku bilang itu rusa bertanduk, kamu akan bilang itu raja bermahkota emas
Kalau aku bilang itu kupu-kupu, kamu akan bilang itu malaikat bersayap putih
Kamu memberikanku pandangan-pandangan baru tentang hidup, langit dan segalanya.
Terima kasih, Re, telah menjadi salah satu kakak paling istimewa dalam hidupku.

Dear Rere,
Makasih ya Re, udah ada buat gw..
Makasih udah mau dengerin curhatan gw yang ngalor-ngidur
Makasih udah mau berdiskusi entah berantah dengan anak kecil kaya gw
Makasih udah mau jadi abang gw... makasih...
Akan ada waktunya kita nggak bisa nongkrong-nongkrong bareng lagi, gak bisa selonjoran di Pantai lagi..
Tapi ingat ya, Re...
Gw akan selalu sayang elo, seperti abang yang selalu gw impikan..
I love you Re! I lop you pull!

***


Seperti album tua yang penuh foto-foto tua penuh makna
Kamu selalu mengingatkan aku, kalau aku pernah bocah
Kita pernah tumbuh berdampingan, selalu berebut dan berlomba untuk berbuah paling banyak.
Akhirnya kita menemukan tempat kita masing-masing untuk tumbuh dan berbuah
Terima kasih, Tina, telah menjadi cerminku untuk tumbuh ketika aku kecil dulu

Dear Tina,
Hai Dutty-Dutty! Ingat panggilan yang selalu kita gunakan dulu.
Ingat akan ulat uget-uget yang gak akan pernah kita lupakan selamanya?
Ingat main rumah-rumahan di rumahmu atau rumahku setiap minggu?
Ingat segala pernak-pernik masa kecil kita?
Sekarang kita sama-sama telah melalui masa-masa itu.
Sekarang kita telah menemukan tempat untuk berbuah tanpa harus menghimpit satu sama lain
Kamu juga akan jadi 17 beberapa hari lagi...
Ingat ya, Tin...
Sekalipun akan ada waktu kita nggak bisa bersama lagi
Selalu ingat masa kecil kita yang seperti lembaran-lembaran usang album foto penuh arti
I love you, Tin

***


Seperti ice cream rasa bubble gum yang manis di I Scream for Ice cream
Kamu menambah manis hari-hariku dengan butiran-butiran permen yang selalu membuatku tersenyum.
Terima kasih, Mba Arie.. telah menjadi kakak perempuan terasik dalam hidupku.

Dear Mbarie,
Makasih ya, mau jadi kakak perempuan tempat berbagi ceria dan gosip
Inget waktu kita belanja-belanja di sepanjang panasnya Kuta?
Ingat waktu kita bangun pagi-pagi untuk siaran di radio?
Makasih ya udah melengkapi potongan-potongan hidupku..
I love you, Mbarie..


***

Seperti ilalang-ilalang sederhana kalian menerimaku apa adanya
Tanpa peduli siapa aku dan apa yang kupunya
Kalian disana, tempat berbagi kebodohan dan kebijaksanaan
Tempat mencari diri yang merasa hilang dari bisingnya dunia
Dan kita menemukan tempat disana untuk para pasukan merah kesepian
Yang bimbang dalam pencarian cinta kita pada hidup dan bumi
Tapi siapa peduli?
Kita berkumpul, bicara apa saja, melakukan apa saja sampai kita tertawa terbahak-bahak bersama dan lalu menangis tersedu bersama
Kita berkumpul, memerahkan kota, tak peduli pada panasnya mentari, tak peduli pada tatapan mereka yang sinis.
Kita selalu percaya dengan keyakinan kita bahwa ”Kita Muda dan Kita Merah!”
Kalian adalah hadiah yang bahkan tak pernah kubayangkan bisa memilikinya...
I love you guys! I lop you pul!


***

Seperti gerimis yang menyejukkan hari-hariku
Terimakasih Tante Ila telah mendampingiku
Dari seragam terusanku sampai seragam terakhirku
I love you, Tantil!

***


Seperti macaroni buatanmu yang gurih dan lezat
Terima kasih karena ada di hidupku dengan tulus
Menjadi sahabat asik yang bisa berbagi
Jaga sahabatku ya Dit!
I love you, Dit!

***

Just a word :
No matter we’ve trough! I love you, Pa!

***

Seperti embun yang jatuh di hatiku, di siang yang terik
Ayah… Bunda… kalian mengajarkan untuk mengatakan aku cinta padamu
Kalian ada di saat tergelap, membawakan sebatang lilin dan menuntunku keluar jurang gelap itu..
Terima kasih ayah.. terima kasih Bunda.. Aku sayang kalian...
I love you Ayah, I love you Bunda

****


Seperti engkaulah seluruh dunia yang berputar di sekelilingku
Terimakasih telah menjadi ibu, sahabat sekaligus ayah dalam hidupku.

Dear Mama,
Jika mereka yang lain adalah penghias duniaku, kaulah duniaku
Mereka memberikanku warna, kau menciptakan warna untukku
Seandainya segalanya dapat kulakukan untuk membawa seisi dunia ke pangkuanmu
Seandainya segalanya dapat kulakukan untuk membawa semua bintang di langit ke kamarmu
Seandainya segalanya dapat kulakukan...
Aku hanya ingin membuatmu tersenyum padaku...
Bangga dan bahagia
Jika suatu saat tiba saatnya, aku harus mengejar mimpi
Biar mimpi yang kukejar itu kupersembahkan di pangkuanmu, Ma..
Jika suatu saat tiba saatnya, aku terbang tinggi membentangkan sayapku
Biar aku menjadi matamu, untuk melihat dunia untukmu
Tidak ada kata terimakasih yang cukup untukmu...
Tidak ada kata cinta yang cukup melukiskanmu...
Suatu saat.. aku ingin engkau yang mengantarku ke singgasana podium paling tinggi di dunia
Dan aku ingin melihat senyum itu..
Senyum bangga dan bahagia
Karena aku putri kecilmu...

***


Seperti mentari, kamu menyinari hariku
Membuatku merasa menjadi putri paling beruntung di tanah bumi ini
Bukan mawar putih itu yang menunjukanku arti cinta, tapi kamu.
Terima kasih telah menjadi mentari ku.. senja yang mengantarkanku lelap dan fajar yang membuatku terjaga.
I love you, Putra.. Aku sayang kamu!

Madu Jahe


Wednesday, November 26, 2008


Madu jahe itu hangat.. seperti suaranya yang melantunkan nada-nada yang menghangatkan sanubari
Madu jahe itu manis.. seperti senyumnya yang dapat membuatku ikut tersenyum...
Madu jahe itu pedas... seperti ketika ia membuatku menanti dan menanti, mencuri-curi pandang untuknya...
Madu jahe itu menyehatkan.. seperti dia yang memberikan obat penawar stress di kala suram hariku....
Madu jahe itu menyegarkan... seperti tatapannya yang tajam menyiram wajahku merona jingga tiba-tiba...
Madu jahe itu..
dia.. yang membuatku ingin bersenandung.... tak akan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi...

P.S
Dalam rangka menyiapkan kisah untuk dibagikan ke anak perempuan saya kelak.... Dulu.. Waktu SMA, Bunda pernah...............

Blink and Think of Blank!

Blink and Think of Blank!


Dum
Dum
Dum
My heart poping fast

Beat
Beat
Beat
My blood burst along the vein

Tink
Tink
Tink
My brain searching for thought

Knock
Knock
Knock
My finger tap the table nervously

It's all what happening now
Driving me insane
For what I would face tomorrow
*Keep my Finger Cross tightly*

1001 keGILAan dalam GILA

Monday, February 25, 2008


Menggila dalam...
Tulisan
Seragam
Jalanan
Gila
Pena
Tombol
Angin
Warna
Air
Putih
Abu
Rambut
Cermin
Lemak
Pensil
Emosi
Hujan
Dia
Bayangan
Cinta
Kertas
Papan
Kelas
Pagi
Telat
Bajaj
Kantin
Buku
Baris
Hitam
Doa
Tangan
Dan semua hal-hal yang gila-gila hari-hari ini. Mungkin dunia benar-benar sudah gila. Tapi aku tidak gila. BELUM.
Kegilaan dan gila adalah gila. Bukan saja orang gila yang bisa gila, namun orang yang tidak gila atau belum gila juga bisa menggila gila. Gila tawa adalah salah satu contoh kongkret kegilaan yang populer.

Sudahlah, kita akhiri saja kegilaan ini. Sebelum semuanya menjadi benar-benar gila dan tidak bisa sembuh dari gilanya.
GILA sekali tulisan ini, segila orangnya. segila yang baca...

GILAGILAGILAGILAGILAGILAGILA LAGI... (gila lagi...)