Tampilkan postingan dengan label serpihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serpihan. Tampilkan semua postingan

Bayangan Menyamping

Pada sesap terakhir
Mengantar telan yang paling bungsu pada lambung
Selalu saja rasa itu muncul, ketakutan
Gelisah,kakiku bergoyang mengendalikan detak
Tiba-tiba kursi yang tadi nyaman memeluk kini membuat kaku
Aku duduk tegak di kursi, berkeringat dingin
Merasakan tekanan-tekanan di bawah dada, mendorong-dorong penuh
Jantungku berdegup cepat, konsentrasiku hanya pada kepenuhan di bawah dada

Ibuku mengajak berbincang ‘Apa yang menarik hari ini, Kak?’
Tapi pikiranku hilang entah kemana
Sibuk pada rasa ditekan yang melonjak ingin keluar kerongkongan
Lalu ketika berdiri, merasakan segumpalan benda menjijikan yang telah dikunyah
Meluncur turun ke perut bawah, membuat penuh seisi tubuh
Rasa bersalah itu muncul, menyergap dari belakang dan memeluk tubuhku erat sampai sesak
Aku hanya ingin bebas dari rasa sesak menyiksa ini

Cahaya putih warna-warni, terang ketika sekumpulan otot-otot perutku melonjak bersamaan
Mendorong segala dosa keluar dari kerongkonganku yang panas terbakar perih
Rasa lega, melayang kosong ketika telinga menangkap bunyi air dipecah entah apa
Puas, termenung hampa bebas dari sesak ketika tanpa kasihan kuputar tungkai perak
Membuang seisi dosa diguyur hilang
Aku berkaca, berdiri menyamping, ‘Ah, masih saja selalu kurang’

Perutku kosong berteriak-teriak perih
Dibawah dadaku sakit, berkontraksi lama-lama
Namun aku senang, gembira semu, aku bebas
Dalam bunyi gosok gigi yang membisukan bumi
Aku tersenyum muram memandang bayang dalam kaca kamar mandi yang berembun
Membiarkan suara entah siapa berbisik wangi dengan segarnya pasta gigi, 'Good girl..'
Bulimia, sahabatku yang bicara.



CATATAN :
Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan/ eating disorder dengan memuntahkan makanan yang telah dimakan karena perasaan takut gemuk. Yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah, kadang-kadang disebut pembersihan; puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan juga merupakan ciri umum.

The Blind Moon

grip my hand like you did last night
i know it's just a while, but it feels like a day night
i know it means nothing, but somehow it makes me smile
this moon was just too blind to remind us if we were wrong
just.. walk with me under the dark lonely sky
grip my hand and lead my way
let the moon tell us story
about the sun and herself, about the day and the night

i just want you to grip my hand like you did last night
and we're just same along the way home
last night, tonight and tomorrow

***
aku nggak ngerti apa ini
dan juga tak ingin mengerti
biar saja seperti sebuah misteri yang muncul dalam mimpiku
tanpa tahu kamu siapa dan apa
tapi kupikir
tanpa peduli cangkir-cangkir yang lain
aku seperti lilin yang mulai meleleh
dalam cangkirmu tanpa permisi
dan kurasa
tanpa tahu ditujukan kemana rasa ini
dan juga tak ingin mencari tahu alamatnya
kurasa, aku sayang kamu...
tapi kita setuju bukan?
kalau kata itu punya seribu arti :)

Penyair Malam

Monday, July 6, 2009

Bulir-bulir kata
Mengalir membasuhku
Indah menyejukkan jiwa
Namun untuk siapa?
Adakah untukku?

Hai, penyair malam
Siapa kamu?
Buatkan aku seuntai kata
Agar aku lelap pagi ini
Syair sederhana untukku saja

Aku rindu kamu, malam
Berbait-bait kau ukir acak
Kudaras perlahan dalam sepi
Indah...
Andai saja itu
Untukku seorang...

Kepada Maut

Monday, July 6, 2009

Kepada maut yang hampir mampir
Aku tau kau telah begitu murah hati
Meloloskanku untuk kesekian kali dalam hidup yang rasanya panjang ini
Aku tahu, kau tak akan sering-sering meloloskanku lagi kan?
Jadi jika untuk kesekian kalinya kau mampir di depan kamarku
Tolong ketuk dulu, ucapkan salam agar aku tahu kau datang menjemput
Aku ingin tinggalkan berbagai salam dan pesan pada mereka yang menunggui ranjangku

Kepada maut yang hampir datang
Aku memang bukan pejalan hidup yang sangat baik
Mungkin nisanku hanya menghabis-habiskan jatah tanah di bumi yang semakin sempit saja
Tapi nanti suatu saat, saat aku kaku membiru
Tolong pegang tanganku, Maut. Dan jangan dilepas
Karena aku takut gelap, dan dalam liang kubur yang wangi tanah itu hanya kau yang kupunya

Kepada maut yang hampir masuk
Takkan kupinta satu dua kali napas lagi
Takkan kupinta satu dua detak lagi
Aku hanya minta kau mengulurkan tanganmu yang melukiskan keropeng baka
Dan menarikku lembut dari ranjang lembab ini
Agar keanggunan berpulang menjadi lelembut
Dan senyum mengiringi napasku yang terakhir
Dan setiap selku menghela dalam sepi ketika detak terakhir bernyanyi
Dan nyawaku terbang tinggi, menggenggammu erat dalam kebahagian kebebasan
Ke langit jingga, langit biru, langit yang menjadi putih
Langit yang menelan jiwaku.

Serpihanku

Monday, June 22, 2009

Hei! Siapa kamu!
Kupikir aku kenal kau!
Ternyata tidak. Aku salah
Kamu berubah
Menjadi sosok asing yang menyusup-nyusup
Seperti roh yang terbang di malam-malam
Kamu menjadi aku, menjadi dia, menjadi orang lain yang aku tak tahu
Ayo jawab! Siapa kamu!
Aku yang menciptakanmu!
Seharusnya aku kenal kau lebih dari dirimu sendiri
Tapi nyatanya aku salah
Kini aku tak lagi mengenalmu
Kamu hilang dalam kisah
Kisah yang kau ceritakan sendiri
Kau ceritakan dengan suaramu
Kembalikan!
Kembalikan serpihanku!