Rindu

Rasa sayang itu tumbuh perlahan
Seperti kuntum mawar yang merekah anggun
Terhampar sepanjang karawang-semarang
Tumbuh anggun tak mendahului nasib
Berlari tak lebih cepat dari laju barisan jati sepanjang Alas Seroban

Aku mencoba merasakan getar-getar di jemariku
Memandangi papan jalan yang berlalu..
Memandangi kegelapan yang menyelimuti sawah-sawah yang telah terlelap
Aku rindu kamu... bisikku pada seru mobil yang mengiringi
Rindu sekali...

Malam ini, musik syahdu tak berhenti mengalun..
Ditemani suaramu mengucapkan selamat malam...
Aku jatuh terlelap..
Mencoba bersyukur atas hadiah Natal terindah...
Kamu.

Tuan Kesumba

Tuesday, December 23, 2008


Tahukah kawan kesumba itu merah?
Merah... ya... Merah...
Seperti pertama kali kulihat dia di lautan merah..
Seperti pertama kali kulihat dia memerah disiksa panasnya mentari Thamrin..
Tapi siapa dia si Tuan Kesumba itu?
Bahkan aku pun tak ingat dia..
Sungguh pikiranku kacau meleleh oleh teriknya emas Ibukota
Tapi lalu dia menggantikan bayangan-bayangan merah tak berwajah dengan senyumnya
Dengan merah yang selalu ia bawa di matanya...

Kini bayang-bayang merah itu menghantuiku
Petang dan senja...
Entah apa meracau dipikiranku lagi sekarang ini..
Aku tau ini kesalahan, membiarkan perasaanku mengembara terlalu jauh...
Aku ingin memulai segalanya dari awal lagi..
Dari merahnya debu jalanan dibawah terik neraka bumi
Sampai Merah api yang berkobar dalam matanya...
Yang kuselami menatapku senja ini...

Siapakah si Tuan Kesumba itu?
Dia kah yang datang atas nama senja..
Dan membawa kesunyian yang memahami sepiku...
Atau kah Tuan Kesumba ini hanya salah satu kelana tersasar...
Siapa kah dia dibalik semburat merah langit senja yang melukiskan wajahnya?
Tuan Kesumba, seandainya saja kamu milik senja seorang...

Si Pelangi Pemalu

Saturday, November 29, 2008


Kenapa tak berani menangkap mataku?
Kenapa terus tersipu, Pelangiku?
Kesumba wajahmu yang membuat hatiku menari-nari
Tatapanmu yang terus jatuh, saat kucoba mencarinya

Biru menilik sejuta warna di matamu
Siapa gerangan dia disana?
Membawa seribu kuntum senyum
Melukiskan cinta di tiap kelopaknya

Jika cinta itu pelangi...
Cinta hanya dapat dipandangi, karena ia begitu jauh
Seperti kamu...

Jika cinta itu pelangi...
Cinta akan hilang ketika mentari benar-benar bersinar
Hilang musnah bahkan sebelum kita menyadari keberadaannya..

Jika cinta itu pelangi...
Dan pelangi itu kamu...
Biarkan ia hilang menyisakan senyum di mataku...